Lompat ke konten utama
Dewi Batari
Semua kabar
Kegiatan

Pengembangan Infrastruktur Digital Desa Wisata melalui Perancangan Website dewibatari.com dalam Mendukung SDG 9

Mahasiswa KKN UNY meluncurkan situs resmi dewibatari.com sebagai "rumah digital" pertama Desa Wisata Batur Berdikari. Mengusung semangat UNY Berdampak dan mendukung SDG 9, website ini menghadirkan profil desa, peta interaktif, hingga panduan paket wisata lokal untuk memudahkan akses wisatawan

Sebanyak sepuluh mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kelompok KKNM-32146 membangun website resmi Desa Wisata Batur Berdikari (DeWi BaTari) di Dusun Batur, Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, selama Juli hingga September 2026. Website ini menjadi infrastruktur digital pertama milik desa wisata tersebut.

Selama ini, informasi wisata Batur hanya beredar dari mulut ke mulut dan media sosial sehingga sulit ditemukan wisatawan. Lewat website, DeWi BaTari kini punya “rumah digital” sendiri yang ringan, mudah dibuka dari ponsel, dan bisa diperbarui pengurus setelah KKN berakhir. Perancangannya melibatkan pengurus desa wisata dan Pemerintah Kalurahan Kepuharjo yang dipimpin Lurah Heri Suprapto.

Tim KKN berasal dari tiga program studi, yaitu Annisa Latifathuzahra dan Yona Puspica (Sastra Indonesia); Muhammad Kaisan Haedar selaku koordinator, Kurniawan Dwi Aryaseta, Putra Parikesit, dan Edwinda Muhammad Hafidz Nur Arfani Santosa (Pariwisata); serta Kharisma Putri Handayani, Darmyati, Novel Agnes Dwi Tamarasari, dan Marsyanda Efrilian (Manajemen).

Website DeWi BaTari memuat:

  • profil desa wisata dengan identitas visual resmi;

  • peta wisata interaktif berisi rute dan titik kegiatan di Dusun Batur, lengkap dengan versi cetak;

  • panduan wisata digital;

  • paket wisata.

Langkah serupa terbukti bermanfaat di tempat lain. Di Desa Lembung, Pamekasan, website dan aplikasi promosi wisata ikut mendongkrak kunjungan hingga 40% dan pendapatan BUMDes hingga 50% (Darmawan dkk., 2025).

Program ini mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), khususnya target 9.1 tentang infrastruktur yang menopang ekonomi dan target 9.c tentang akses teknologi informasi. Menutup kesenjangan digital di perdesaan adalah salah satu agenda utama SDG 9 (Singh & Ru, 2023). Namun, teknologi saja tidak cukup; keterlibatan warga dan kepemimpinan desa ikut menentukan keberhasilan desa digital (Susilowati dkk., 2025). Karena itu, pengurus desa wisata dilibatkan sejak awal.

Seluruh kegiatan didampingi Eka Ary Wibawa, S.Pd., M.Pd., dosen pembimbing lapangan UNY. Kegiatan ini juga mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi:

  1. IKU 2: mahasiswa berkegiatan di luar kampus melalui pengabdian;

  2. IKU 3: dosen mendampingi langsung di lapangan;

  3. IKU 7: proyek kolaboratif yang berdampak langsung bagi desa.

Program ini menjadi wujud inisiatif ‘Diktisaintek Berdampak’ dan semangat UNY Berdampak. Website DeWi BaTari diharapkan menginspirasi desa wisata lain di lereng Merapi untuk membangun infrastruktur digitalnya sendiri.

Bagikan kabar iniWhatsApp

Kabar ini ditulis pengurus Pokdarwis Dewi Batari. Ada yang ingin ditanyakan atau dikoreksi? Hubungi kami lewat kontak di kaki halaman.