Lompat ke konten utama
Dewi Batari
Semua kabar
Kegiatan

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta Edukasi Strategi Pemasaran dan Dampingi Pengembangan Media Promosi UMKM Batur

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan edukasi strategi pemasaran dan pendampingan pengembangan media promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Batur. Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN UNY yang ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memahami strategi pemasaran sekaligus meningkatkan cara mereka mengenalkan produk kepada konsumen.

Pelaku UMKM di Dusun Batur telah menjalankan berbagai jenis usaha, baik dari rumah maupun di kawasan wisata. Produk yang ditawarkan juga cukup beragam, mulai dari kuliner, pakaian dan oleh-oleh, buah-buahan, es krim, mainan, hingga produk lainnya. Meskipun usaha telah berjalan, masih terdapat beberapa kendala dalam aspek pemasaran, terutama dalam mengenalkan produk kepada konsumen.
Berdasarkan hasil pengamatan dan komunikasi dengan pelaku UMKM, sebagian pedagang masih mengalami kebingungan dalam menentukan cara promosi yang tepat. Selain itu, masih terdapat UMKM yang belum memiliki banner sebagai identitas usaha sehingga keberadaan dan produk yang ditawarkan belum mudah dikenali oleh masyarakat maupun pengunjung.
Kondisi tersebut menjadi dasar dilaksanakannya edukasi strategi pemasaran 4P, yang meliputi Product, Price, Place,dan Promotion. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memasarkan produk, mulai dari produk yang ditawarkan, penentuan harga, lokasi atau saluran penjualan, hingga cara mempromosikan produk.
“Kegiatan ini kami lakukan karena Bapak/Ibu sebenarnya sudah memiliki produk dan sudah menjalankan usaha. Jadi, yang ingin kami bantu adalah bagaimana produk tersebut bisa lebih dikenal dan menarik bagi konsumen. Kami membahas pemasaran dari hal-hal yang sederhana dan dekat dengan kegiatan usaha sehari-hari,” ujar Kharisma, mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta.
Dalam kegiatan edukasi, pelaku UMKM diajak untuk melihat kembali kondisi pemasaran usaha masing-masing, khususnya pada aspek produk, kemasan, harga, saluran penjualan, dan promosi. Pembahasan dilakukan dengan menggunakan contoh yang sesuai dengan kondisi usaha di Dusun Batur sehingga materi dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan. Selain edukasi, mahasiswa KKN UNY juga melaksanakan pendampingan media promosi UMKM sebagai bentuk penerapan strategi promosi yang telah dibahas. Pendampingan dilakukan dengan membantu pelaku usaha menyiapkan media promosi berupa banner yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM.
Banner tersebut dapat digunakan sebagai identitas usaha, dengan memuat informasi seperti nama usaha dan produk yang ditawarkan. Keberadaan banner diharapkan dapat membantu masyarakat dan pengunjung mengenali usaha dengan lebih mudah ketika berada di sekitar lokasi penjualan. Pendampingan juga dilakukan untuk UMKM yang berada di kawasan wisata. Kawasan tersebut memiliki pengunjung yang cukup ramai, tetapi berdasarkan keluhan pelaku UMKM, kondisi tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan pembelian. Pengunjung yang datang belum semuanya mengetahui bahwa di sekitar kawasan wisata terdapat berbagai UMKM yang dapat dikunjungi.
“Salah satu masukan yang kami dapatkan dari pelaku UMKM di kawasan wisata adalah pengunjung sebenarnya cukup ramai, tetapi yang mampir dan membeli produk UMKM masih sedikit. Dari situ kami melihat bahwa pengunjung perlu mendapatkan informasi bahwa di sekitar kawasan wisata terdapat UMKM,” jelas Kharisma, mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa membantu membuat banner petunjuk arah UMKM yang dapat ditempatkan pada titik yang mudah dilihat oleh pengunjung. Banner tersebut dirancang untuk memberikan informasi mengenai keberadaan UMKM sekaligus mengarahkan pengunjung menuju lokasi usaha.
“Banner petunjuk arah ini bukan untuk menggantikan banner yang sudah dimiliki pedagang di tempat usahanya. Fungsinya lebih sebagai informasi dari jalur yang dilewati pengunjung, sehingga mereka mengetahui bahwa ada UMKM di sekitar kawasan wisata dan tertarik untuk mampir,” tambah Kharisma.
Salah satu pelaku UMKM juga menyampaikan bahwa media promosi seperti banner dapat membantu usaha mereka lebih mudah dikenali.
“Kalau ada banner, orang yang lewat jadi lebih tahu nama usaha dan apa yang kami jual. Apalagi kalau pengunjung dari wisata, setidaknya mereka tahu ada UMKM di sekitar sini,” ungkap Riyanto.
Melalui kegiatan tersebut, edukasi dan pendampingan tidak hanya diarahkan pada pemberian materi, tetapi juga pada penerapan strategi pemasaran sesuai dengan kebutuhan masingmasing UMKM. Pelaku usaha diharapkan dapat memahami bahwa promosi tidak selalu membutuhkan biaya besar, tetapi dapat dimulai dari informasi sederhana yang membuat produk lebih mudah dikenal, dilihat, dan ditemukan oleh konsumen.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM Dusun Batur dalam meningkatkan pemahaman mengenai strategi pemasaran, memperjelas identitas usaha, serta membantu meningkatkan keterlihatan produk UMKM di kawasan wisata. Dengan adanya edukasi dan media promosi yang sesuai kebutuhan, produk UMKM Batur diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat dan pengunjung yang datang ke kawasan wisata.

Bagikan kabar iniWhatsApp

Kabar ini ditulis pengurus Pokdarwis Dewi Batari. Ada yang ingin ditanyakan atau dikoreksi? Hubungi kami lewat kontak di kaki halaman.

Kabar serupa

Lihat semua kabar