Lompat ke konten utama
Dewi Batari
Semua kabar
Kegiatan

Mahasiswa KKN Optimalkan Promosi Digital Desa Wisata Batari melalui Konten Berita dan Artikel

Upaya memperkenalkan Desa Wisata Batari kepada masyarakat luas coba untuk dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui pemanfaatan media digital

Sleman — Upaya memperkenalkan Desa Wisata Batari kepada masyarakat luas coba untuk

dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui pemanfaatan media digital. Melihat masih

terbatasnya promosi Desa Wisata Batari di ruang digital, mahasiswa KKN di Dusun Batur,

Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

mengembangkan program optimalisasi promosi digital melalui penulisan berita dan artikel.

Program ini berangkat dari adanya kekhawatiran yang disampaikan oleh pengurus desa wisata

terkait kurangnya promosi yang bisa diberikan untuk desa wisata Batari terutama dalam bentuk

digital. Keterbatasan sumber daya manusia untuk mengurus desa wisata Batari, kurangnya waktu

yang bisa diberikan pengurus tetap untuk desa wisata akibat kesibukan sehari-hari, dan

kurangnya pengetahuan tentang inovasi promosi yang menarik terutama dengan media digital

menjadi alasan kuat mengapa promosi desa wisata Batari sampai saat ini masih sangat kurang.

Kondisi tersebut juga yang membuat pengelolaan media digital dan penyebaran informasi

mengenai aktivitas desa belum dapat dilakukan secara optimal.

Melalui program ini, Annisa, salah satu mahasiswa KKN UNY mencoba untuk mencari solusi

dengan memanfaatkan bidang pendidikan yang dimiliki, yaitu Sastra Indonesia,

kepenulisan.Program ini menekankan pada terbitnya tulisan yang memperkenalkan kehidupan

sosial masyarakat yang terdapat di sekitar Desa Wisata atau lebih spesifiknya, memperkenalkan

kehidupan sosial masyarakat di Dusun Batur. Tulisan yang dibuat memang tidak berfokus pada

objek wisata, tetapi lebih ingin menceritakan aktivitas sehari-hari masyarakat sebagai bagian dari

identitas desa.

Dengan adanya partisipasi mahasiswa KKN untuk mengikuti rangkaian kegiatan di lokasi KKN,

mulai dari kegiatan rutin seperti Senam Lansia, Yasinan Lansia, Mujadahan, hingga kegiatan

yang hanya muncul di waktu-waktu tertentu seperti perayaan lomba 17 Agustus dan Malam

Puncak perayaan 17 Agustus turut dimanfaatkan sebagai dukungan kuat untuk mendapatkan data

terkait tulisan yang ingin dibuat. Data dukungan tersebut mempermudah mahasiswa untuk

mengumpulkan informasi sehingga ide tulisan juga lebih mudah didapatkan.

Sebagai variasi isi tulisan, mahasiswa juga membuat berita mengenai program kerja yang

dilakukan oleh mahasiswa KKN di dusun Batur seperti melakukan edukasi di sekolah, ataupun

edukasi dan praktik bersama membuat eco print. Melalui berita program kerja tersebut,

diharapkan sebagai selingan sehingga pembaca tulisan tidak hanya mendapatkan informasi

tentang Dusun Batur tetapi juga aktivitas yang datangnya bukan dari Dusun Batur.

“Promosi desa wisata tidak hanya tentang memperkenalkan tempat wisatanya, tetapi juga

tentang memperkenalkan masyarakat dan kehidupan yang menjadi bagian dari identitas desa,”

ujar Annisa, mahasiswa KKN yang terlibat dalam program tersebut.

Mencoba mencari solusi terkait permasalahan promosi digital dengan tulisan bukan berarti yang

dilakukan hanya sebatas menulis. Didukung dengan program kerja utama kelompok KKN, yaitu

pembuatan website untuk Desa Wisata Batari, maka tulisan yang telah dibuat akan diunggah

pada website tersebut untuk mempermudah masyarakat luas mencari informasi terkait Desa

Wisata Batari dan Dusun Batur.

Untuk menjaga agar program yang diberikan tetap berlanjut setelah masa KKN berakhir,

mahasiswa juga memberikan solusi lain dengan menyusun booklet digital panduan menulis

berita dan artikel untuk promosi desa wisata. Panduan tersebut memuat dasar-dasar penulisan,

hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat tulisan promosi, serta langkah-langkah

menyusun berita dan artikel. Booklet tersebut diunggah di website Desa Wisata Batari pada

menu Panduan sehingga bisa diakses oleh siapa pun.

Dengan adanya panduan tersebut, pengurus dan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan

Desa Wisata Batari diharapkan dapat melanjutkan produksi tulisan secara mandiri setelah

program KKN selesai.

Program optimalisasi promosi digital yang dilakukan oleh mahasiswa KKN ini turut mendukung

pencapaian SDGs Desa, terutama SDGs Desa 8 tentang pertumbuhan ekonomi desa merata

melalui penguatan promosi dan pengenalan potensi desa. Program ini juga masih berkaitan

dengan SDGs Desa 9 tentang infrastruktur dan inovasi Desa sesuai kebutuhan, melalui

pemanfaatan media digital dan penyediaan panduan penulisan yang dapat digunakan secara

berkelanjutan.

Melalui pemanfaatan media digital, kehidupan masyarakat Dusun Batur diharapkan semakin

dikenal oleh masyarakat luas. Dengan demikian, promosi Desa Wisata Batari tidak hanya

memperkenalkan destinasi dan objek wisata, tetapi juga menghadirkan cerita tentang aktivitas

masyarakat, dan kehidupan desa yang menjadi bagian penting dari daya tariknya

Bagikan kabar iniWhatsApp

Kabar ini ditulis pengurus Pokdarwis Dewi Batari. Ada yang ingin ditanyakan atau dikoreksi? Hubungi kami lewat kontak di kaki halaman.

Kabar serupa

Lihat semua kabar