Lompat ke konten utama
Dewi Batari
Semua kabar
Kegiatan

Mahasiswa KKN UNY Dorong Penguatan Pengelolaan Keuangan Usaha dan Digitalisasi Transaksi UMKM Dusun Batur

Mahasiswa KKN UNY mendorong penguatan UMKM Dusun Batur melalui edukasi pengelolaan keuangan usaha dan pendampingan pemanfaatan pembayaran digital QRIS. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman pelaku UMKM dalam memisahkan keuangan pribadi dan usaha serta memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung transaksi usaha.

Sleman — Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus mendorong penguatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Upaya tersebut diwujudkan melalui pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Batur, Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan difokuskan pada peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha sekaligus memanfaatkan teknologi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Program tersebut dilaksanakan melalui dua program kerja individu utama, yaitu Edukasi Pengelolaan Keuangan Usaha dan Pendampingan Pemanfaatan Pembayaran Digital bagi Pelaku UMKM Dusun Batur. Kedua program dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan secara lebih tertib serta beradaptasi dengan perkembangan sistem transaksi digital.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengamatan terhadap kondisi pengelolaan keuangan dan metode pembayaran yang digunakan oleh pelaku UMKM. Berdasarkan kondisi tersebut, edukasi diarahkan pada beberapa aspek dasar pengelolaan usaha, meliputi pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pemisahan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, serta pengenalan manfaat dan penggunaan QRIS.

Kegiatan edukasi dilaksanakan di Gedung Serbaguna Dusun Batur dengan melibatkan 12 peserta. Mahasiswa KKN berperan sebagai pemateri sekaligus fasilitator dalam memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan usaha dan pembayaran digital. Materi disampaikan dengan menggunakan contoh sederhana agar dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM.

Salah satu kondisi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah masih adanya pelaku UMKM yang belum terbiasa melakukan pencatatan keuangan, masih mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, serta belum terbiasa menggunakan pembayaran digital. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk memberikan penjelasan secara praktis dan dilanjutkan dengan praktik serta pendampingan secara langsung.

Melalui kegiatan edukasi, pelaku UMKM memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan usaha secara sederhana. Mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha serta mengenal QRIS sebagai salah satu alternatif pembayaran digital yang dapat dimanfaatkan dalam transaksi usaha.

Pendampingan kemudian dilanjutkan melalui program Pendampingan Pemanfaatan Pembayaran Digital bagi Pelaku UMKM Dusun Batur. Program ini secara khusus diarahkan untuk membantu pelaku UMKM yang membutuhkan QRIS agar dapat memahami dan memanfaatkan pembayaran digital dalam kegiatan usahanya.

Pendampingan dilakukan secara langsung di lokasi usaha pelaku UMKM dengan melibatkan empat pelaku UMKM Dusun Batur. Mahasiswa mendampingi proses pembuatan QRIS mulai dari penjelasan mengenai tahapan pendaftaran, membantu proses pembuatan, hingga melakukan pengecekan dan simulasi penggunaan QRIS.

Proses pendampingan dilakukan secara bertahap karena beberapa pelaku UMKM masih belum memahami tahapan pembuatan QRIS dan membutuhkan bantuan selama proses pendaftaran maupun penggunaannya. Pendampingan secara langsung diberikan mulai dari proses pendaftaran, pembuatan QRIS, hingga simulasi transaksi sehingga pelaku UMKM dapat memahami penggunaannya secara lebih praktis.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya membantu proses pembuatan QRIS, tetapi juga memberikan arahan mengenai cara penggunaannya serta melakukan simulasi transaksi dan pengecekan pembayaran. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menggunakan QRIS secara mandiri sebagai salah satu metode pembayaran dalam kegiatan usaha.

Rangkaian edukasi dan pendampingan tersebut dilaksanakan selama kegiatan KKN pada Agustus–September 2026. Secara keseluruhan, pendampingan berlangsung selama 10 hari dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi pelaku UMKM di Dusun Batur. Kedua program memiliki keterkaitan yang saling melengkapi, yaitu penguatan kemampuan pengelolaan keuangan usaha dan peningkatan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi pembayaran digital.

Edukasi pengelolaan keuangan memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pencatatan keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta pemanfaatan QRIS. Sementara itu, pendampingan pembayaran digital membantu pelaku UMKM dalam proses pembuatan dan penggunaan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran usaha.

Keberlanjutan program diarahkan pada penerapan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam aktivitas usaha sehari-hari. Pelaku UMKM diharapkan dapat melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara lebih teratur, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta terus memanfaatkan QRIS dalam transaksi dengan konsumen. Dengan demikian, pendampingan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan KKN, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM.

Program tersebut berkontribusi terhadap pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan kemampuan pengelolaan usaha dan pendampingan kepada pelaku UMKM mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola kegiatan ekonomi secara lebih terencana.

Pemanfaatan QRIS dalam transaksi usaha juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan dan penerapan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Penggunaan pembayaran digital menjadi salah satu bentuk adaptasi pelaku UMKM terhadap perkembangan teknologi dalam kegiatan usaha.

Selain itu, proses edukasi dan pendampingan yang dilakukan mahasiswa turut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas khususnya dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui pembelajaran nonformal yang bersifat praktis dan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UNY dan pelaku UMKM dalam proses edukasi, praktik, serta pendampingan juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kegiatan tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi melalui mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Melalui kegiatan ini, KKN UNY menegaskan kontribusinya dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM dan pemanfaatan teknologi digital. Integrasi antara edukasi pengelolaan keuangan dan pendampingan pembayaran digital diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pelaku UMKM Dusun Batur untuk menjalankan usaha secara lebih tertib, adaptif, dan berkelanjutan.

Bagikan kabar iniWhatsApp

Kabar ini ditulis pengurus Pokdarwis Dewi Batari. Ada yang ingin ditanyakan atau dikoreksi? Hubungi kami lewat kontak di kaki halaman.

Kabar serupa

Lihat semua kabar