Sanggar desa membuka kelas sore dua kali sepekan. Tamu yang menginap dipersilakan ikut duduk dan mencoba.
Setiap Selasa dan Jumat sore, pendopo desa dipakai anak-anak untuk latihan gamelan. Kelasnya dibuka oleh sanggar desa dan dibimbing langsung oleh penabuh senior yang tinggal di dusun.
Tamu yang sedang menginap di homestay dipersilakan ikut duduk. Tidak ada tiket dan tidak ada jadwal pertunjukan — yang ada hanya latihan yang memang berjalan, dan siapa pun boleh mencoba memegang pemukulnya.
Menurut pengurus sanggar, justru begitu cara paling jujur mengenalkan gamelan: bukan sebagai tontonan yang disiapkan untuk tamu, melainkan sebagai kegiatan yang tetap berjalan entah ada tamu atau tidak.
Kabar ini ditulis pengurus Pokdarwis Dewi Batari. Ada yang ingin ditanyakan atau dikoreksi? Hubungi kami lewat kontak di kaki halaman.
Kabar serupa
Lihat semua kabar
Kegiatan
Senam Lansia Dusun Batur : Sehat, Bugar, Penuh Kebersamaan
Usia lanjut bukan menjadi alasan untuk berhenti hidup sehat. Menerapkan kegiatan rutin senam lansia setiap Kamis sore, warga Batur berbagi kebersamaan dalam hidup sehat.
Pokdarwis Batur2 menit baca
Kegiatan
Yasinan Lansia Dusun Batur: Merawat Tradisi, Menguatkan Silaturahmi, Dekatkan Diri pada Ilahi
Menyatukan nilai kebersamaan dan ibadah, warga Batur rutin melakukan kegiatan Yasinan Lansia guna mencari ridho Allah dan menjalin tali silaturahmi
Pokdarwis Batur3 menit baca
Kegiatan
Kembangkan Kreativitas Warga, Manfaatkan Potensi Alam. Mahasiswa KKN UNY Gelar Praktik Eco Print di Dusun Batur
Memanfaatkan potensi sumber daya alam di sekitar Dusun Batur, para bapak warga Batur melakukan kegiatan edukasi dan praktik pembuatan Eco Print bersama dengan Mahasiswa KKN UNY 2026
Pokdarwis Batur3 menit baca
